Selasa, 01 Oktober 2013

Class Notes of Custumer Behavior on Tuesday 26th September 2013

PUTRI FIKA HIDAYANSYAH
H251130236
Class of Graduate Student of Master Program in Management
Graduate Program of  Master of Science
Bogor Agricultural University
Class note of Consumer Behavior on Thursday September, 26th 2013
Lecturer Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
sumarwan@mb.ipb.ac.id atau usumarwan@gmail.com



        Saat ini saya sedang menempuh kuliah pascasarjana Ilmu Manajemen di sekolah pscasarjana IPB. saat ini saya sudah semester 3 dan salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah Perilaku Konsumen. Pada kuliah tgl 26 september 2013 saya bertemu lagi dengan Prof. USA. Prof USA adalah dosen yang sama ketika mengambil mata kuliah Perilaku Konsumen pada saat saya kuliah S1. Materi Perilaku konsumen S2 tidak jauh berbeda dengan materi S1, namun ada perbedaan dari cara mengajar Prof USA dibandingkan dengan S1, di S2 Prof USA lebih mengajak interaksi dengan mahasiswa..
         Saat kuliah pertama Prof USA menyamapaikan materi Pengantar Perilaku Pelanggan dan memberikan pertanyaan yaitu apa saja yang terlintas di benak kita bila mendengar kata perilaku pelanggan. Prof USA juga memberikan wawasan dengan menceritakan banyak hal yang terjadi di dunia dan hal-hal menarik yang terkait perilaku konsumen yang terjadi di dunia..
        Informasi yang menarik yang di dapat saat kuliah yaitu tentang trend dunia saat ini adalah halal food. Para pemasar dunia telah menggunakan halal food sebagai peluang bisnis yang besar. Karena dengan logo halal pada sebuah restoran tentunya akan menambah peluang untuk menarik konsumen. Apalagi para pemasar dunia mengetahui bahwa konsumen Indonesia saat ini jumlahnya semakin banyak yang melakukan liburam ke luar negeri.
Statement yang menarik adalah “Ingin maju di dunia maka kuasai lah marketing”

Pertanyaan :
kepada Prof. USA saya ingin bertanya, Apakah yang harus di lakukan produsen barang-barang di Indonesia agar menjadi pemasar kelas dunia? karena selama ini kebanyakan masyarakat Indonesia hanya menjadi pembantu pembuat produk dari negara lain.
Terimakasih